Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan

kucing baru
Berbeda dengan anjing atau hewan lain, sangat berbahaya bagi kucing bila tidak makan satu hari saja. Pada hewan yang tidak makan, energi untuk berbagai proses fisiologi tubuh tetap tersedia dari pembakaran lemak yang disimpan di jaringan tubuh. Tetapi proses pembakaran lemak menjadi energi pada tubuh kucing sangat tidak efisien. Pada saat pembakaran lemak tersebut, ada semacam perubahan metabolisme pada kucing yang menyebabkan kerusakan jaringan organ hati yang disebut hepatik lipidosis (baca : bahaya kucing tidak mau makan).
Banyak sekali penyebab kucing tidak mau makan. Paling sederhana bisa saja karena kucing sedang bosan dengan makanan yang biasa diberikan. Penyebab lain yang lebih parah dan ditakuti yaitu sakit. Nafsu makan pada kucing sakit akan berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Tindakan yang terbaik bila kucing tidak mau makan, segera temui dokter hewan dan konsultasikan masalah kucing anda.
Untuk sementara beberapa tindakan sederhana berikut dapat dilakukan untuk mengatasi nafsu makan yang hilang, tetapi bila terus berlanjut segera bawa kucing anda ke dokter hewan.

Pancing nafsu makan
Kadang-kadang kucing agak sedikit malas-malasan  dan manja. Coba sodorkan makanan (piring makanan) ke depan hidungnya atau masukkan sedikit makanan ke dalam mulutnya dan lihat apakah nafsu makannya terbangkitkan. Cara ini bisa dicoba beberapa kali, bila tidak berhasil juga gunakan cara berikutnya.

Campur & ganti  makanan
Seperti manusia, kucing pun bisa bosan terhadap makanan yang sama setiap hari. Beberapa makanan kucing komersial yang kering (berbentuk biskuit kecil) memang kurang memiliki bau dan rasa yang membangkitkan selera. Hal ini bisa dicoba diatasi dengan memberikan makanan basah atau makanan kalengan yang memang memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat. Bila kucing mau makan makanan basah tersebut, coba campurkan makanan kering dengan makanan basah. Makanan kalengan (basah) sebaiknya tidak diberikan setiap hari untuk jangka panjang karena selain nutrisinya tidak mencukupi juga dapat mempercepat pembentukan plak atau karang gigi.
Berbagai produk makanan kalengan untuk kucing banyak tersedia di pasaran/ petshop, dari yang murah hingga yang mahal. Perhatikan pula kandungan dari tiap merek makanan. Makanan yang sering dijumpai seperti whiskas & friskies biasanya cukup untuk merangsang nafsu makan. Bila ingin lebih baik dapat diberikan makanan dengan merek Science Diet (Hills) atau bila ingin lebih baik bisa diberikan makanan khusus “Science Diet a/d” (Science Diet Prescription a/d). Selain  rasa dan aroma yang lebih merangsang, nutrisi “Science Diet a/d” juga lebih baik & lebih lengkap. Perlu diingat makanan khusus “Science Diet a/d” hanya untuk diberikan sekali-sekali, bukan untuk makanan setiap hari.

Suapi kucing
Menyuapi kucing bisa dengan tangan, sendok kecil atau lebih mudah menggunakan syringe (spoit/suntikan) tanpa jarum. Makanan yang diberikan adalah makanan basah. Makanan basah ini bisa  berupa :
•    makanan kalengan
•    makanan kering yang direndam air hangat dahulu, kemudian  setelah lunak dihancurkan dengan sendok atau blender
•    campuran makanan kalengan dengan makanan kering yang sudah dihancurkan
suapi kucing sambil sesekali sodorkan makanan pada prirng makannya untuk melihat apakah kucing sudah mau makan sendiri. Hati-hati bila menyuapi dengan menggunakan syringe. Pegang kepala atau telinga kucing, masukkan syringe berisi makanan cair dari samping (ujung samping mulut), tekan syringe pelan-pelan agar kucing bisa mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Syringe berisi makanan jangan disemprotkan kedalam mulut kucing karena bisa menyebabkan kucing tersedak makanan.

Beri vitamin & perangsang nafsu makan
Beberapa suplemen atau vitamin dapat diberikan sebagai perangsang nafsu makan. Vitamin yang paling sederhana dan mudah di dapat biasanya vitamin B kompleks. Vitamin ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau sirup.
Suplemen lain yang dapat diberikan adalah asam amino lisin (Lysine). Selain dapat merangsang nafsu makan, lisin juga dapat mengganggu replikasi/perkembangan virus herpes penyebab penyakit Feline Rhinotracheitis (Flu Kucing).
Carilah suplemen & vitamin ini di apotik terdekat. Biasanya lisin dan B kompleks banyak tersedia sebagai suplemen untuk anak-anak, seperti Biolysin ® Syrup, Lysmin ® (mengandung lisin & vitamin B kompleks), Becombion ® syrup (B kompleks). Biasakan memberi vitamin bersamaan atau beberapa menit setelah makan. Apalagi pada kucing yang tidak makan seharian, pemberian suplemen yang tidak didahului pemberian makanan dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan muntah. Konsultasikan cara pemberian dan dosis suplemen ini dengan dokter hewan langganan anda.
Pemberian suplemen seperti lisin dan B kompleks baru akan berpengaruh meningkatkan nafsu makan beberapa hari setelah diberikan terus menerus setiap hari. Bila ingin yang berpengaruh lebih cepat (instan), hubungi dokter hewan langganan anda dan mintalah obat perangsang nafsu makan (appetite stimulant) seperti diazepam (valium dosis 0.05-0.2 mg/kg IV sid-qod atau 0.5 – 1 mg PO sid *).
Diazepam adalah obat keras yang dapat mempengaruhi pusat rasa lapar di otak. Reaksi obat ini cukup cepat sekitar 10-15 menit setelah diberikan secara oral. Oleh karena itu segera sediakan makanan di dekat kucing  agar ia dapat segera makan begitu obat bereaksi. Karena adanya efek ketagihan (adiktif) sebaiknya diazepam tidak diberikan lebih dari 2 kali berturut-turut.

Tube feeding
Tube feeding adalah pemberian makan langsung ke dalam perut melalui selang. Biasanya dilakukan oleh dokter hewan pada hewan yang sakit yang tidak dapat mengunyah dan menelan makanan sedikit pun. Tube feeding ini juga sering dilakukan pada anak kucing yang tidak disusui induknya dan tidak dapat menyedot susu dari dot.

Referensi
* Rhea V. Morgan, DVM. AAHA American Animal Hospital Association. Formulary Third edition. 1988.

https://popopetshop.wordpress.com/kucing/info-kucing/tanda-tanda-kucing-sakit/

Pelihara Hewan Bantu Anak Autisme Bersosialisasi

Image

KOMPAS.com – Anak autisme memiliki ciri utama kesulitan berinteraksi sosial. Memelihara hewan menurut sebuah penelitian bisa membantu anak-anak autisme belajar berkomunikasi dan mengembangkan kemampuan sosialnya.

“Beberapa orang tua yang memiliki anak autisme mengatakan berinteraksi dengan binatang peliharaan dapat membantu anak-anak mereka bersosialisasi, tetapi saat itu belum ada penelitian yang meneliti hal tersebut secara ilmiah,” kata Alycia halladay, direktur riset lingkungan di Autism Speaks. “Bukti-bukti dalam penelitian ini menjawab apa yang telah diceritakan oleh para orang tua,” imbuhnya.

Menurut Hallafay, terapi untuk membantu anak autisme saat ini lebih difokuskan untuk mengembangkan keterampilan sosialnya. Ia mengungkapkan, beberapa anak austime diketahui mampu berteman dengan anjing peliharaan, tetapi ditujuan untuk mengatasi keterbatasan seperti gangguan saraf motorik atau gangguan pendengaran. Sampai saat ini memelihara hewan belum ada yang ditujukan sampai tahap sosialisasi.

Untuk melihat sejauh apa manfaat binatang peliharaan bagi anak-anak dengan gangguan autisme, peneliti membandingkan interaksi sosial anak-anak autisme dalam tiga kategori. Pertama, keluarga yang tak pernah memiliki binatang peliharaan, kedua sebuah keluarga yang memiliki binatang peliharaan sejak anak mereka lahir, dan ketiga keluarga yang memutuskan memiliki peliharaan setelah anak berusia 5 tahun.

Dari total 260 individu dengan autisme yang diteliti, peneliti sangat tertarik pada hubungan sosial saat anak-anak berumur empat – lima tahun, karena di masa ini gangguan sosial mencapai puncaknya.

Dari 36 pengukuran, responden yang memiliki binatang peliharaan setelah mereka lahir memiliki angka paling tinggi untuk penilaian “kepedulian” dan “kenyamanan” setelah memiliki peliharaan selama beberapa tahun. Namun,  dalam penelitian tersebut menyimpulkan antara IQ para responden dan dampaknya memelihara binatang peliharaan tidak saling berhubungan.

 “Keuntungan memiliki binatang peliharaan bagi anak-anak dengan gangguan autisme tidak terkait dengan seberapa seriusnya autisme itu sendiri,” kata peneliti Marine Grandgeorge, peneliti klinis Pusat Penelitian Austime di Academic Hospital di Brest, Perancis.

Grandgeorge menilai, peran binatang peliharaan mungkin sebagai pengalih. “Ketika manusia berada dalam situasi tertekan, kadang binatang peliharaan menjadi stimulus untuk mengalihkan tekanannya,” jelasnya.

Kemungkinan lainnya, binatang peliharaan dapat membantu anak-anak belajar bagaimana meningkatkan komunikasi lewat simbol dan isyarat, anak-anak pun menyesuaikan diri dalam prilakunya.

Dampak positif lain dari memelihara binatang adalah memperkuat hubungan dalam keluarga. “Kebanyakan keluarga yang punya peliharaan memiliki kuantitas dan kualitas waktu bersama dan meraka merasakan kebahagian. Rasa ini sangat positif efeknya untuk individu dengan autisme,” ujarnya.

Kendati begitu, tidak semua anak yang memilihara hewan mampu mengembangkan kemampuannya bersosialisasi. menurut Grandgeorge, ada pasiennya yang sangat fokus pada kucing sepanjang waktu. Kecintaannya pada kucing itu justru menjadi sumber kegelisahannya saat ia berpisah dengan si kucing

Penulis : Natalia Ririh | Kamis, 2 Agustus 2012 | 12:26 WIB
http://nasional.kompas.com/read/2012/08/02/12263816/Pelihara.Hewan.Bantu.Anak.Autisme.Bersosialisasi

Hewan peliharaan termahal di dunia

Dalam tayangan Discovery Channel, kehidupan liar adalah milik singa, monyet dan simpanse. Tapi tahukah Anda, di Amerika, kehidupan liar ini bisa dibeli dengan legal? Bahkan, rumah Anda pun bisa jadi kebun binatang yang modern buat binatang2 ini?

 

13. Kucing Bengali

Harga : $800-$3,000

Kucing bengali dikembangkan melalui perkimpoian silang kucing rumah berambut hitam dengan macan tutul (leopard) asia . Tujuannya untuk mendapatkan ukuran dan perilaku kucing rumah, tetapi penampilan –dan warnanya– macan tutul asia . Selayaknya kucing hasil kimpoi-silang, makin jauh keturunannya, makin jinak perilakunya. Hasil ideal didapatkan setelah generasi ketiga dan kelima dari keturunan pertama.

12. Snow Macaque

Harga : $3,500

Spesies ini terancam punah seiring makin rakusnya manusia merusak habitatnya. Ijin yang sangat ketat diberlakukan bagi siapa saja yang ingin memiliki binatang ini. Snow Macaque adalah primata (lebih kecil dari biasanya) dengan rentang umur lebih dari 25 tahun, dan memiliki ciri kas wajahnya yang merah dan tidak ditumbuhi rambut.

11. Monyet Tupai

Harga : $4,000

Ukurannya yang mirip tupai membuatnya disebut demikian. Umumnya, monyet tupai tidak lebih dari 2 pounds (tidak lebih dari 1 kg) dan dikenal sangat sosial, penyayang dan tenang. Karakter ini membuatnya sangat diinginkan, meskipun beberapa negara bagian melarangnya.

10. Chinese Crested Hairless Puppies

Harga : $4,000-$5,000

Anjing ini beratnya 2 sampai 5.5 kg. Sangat bersemangat, siaga, dan bersahabat. Termasuk yang paling langka, anjing ini mudah tersengat sinar matahari. Asalnya dari Afrika. Hidupnya berkisar antara 10 sampai 12 tahun. Dan kabarnya, selama itu, anjing ini bisa diandalkan sebagai sahabat yang sangat menyenangkan.

9. Kucing Sabana

Harga : $4,000-$10,000

Dibiakkan dengan proses yang hampir sama dengan kucing Bengali, kucing Sabana adalah hasil kimpoi-silang antara kucing liar (serval) Afrika dengan kucing rumah. Kucing Sabana lebih sulit dibiakkan, mengingat serval Afrika beratnya 18 kg, liar, dan mengawinkannya dengan kucing rumah yang lebih kecil adalah problem tersendiri. Masa hamil 2 hewan ini pun berbeda. Karenanya, kucing Sabana lebih langka dan mahal.

8. Mona Guenon

Harga : $6,000

Habitat aslinya di dalam hutan tropis Afrika Barat, meskipun binatang ini bisa menyesuaikan diri dengan kondisi hutan apapun. Oleh karena itu, disamping ijin dan lisensi khusus untuk memilikinya, binatang ini tidak termasuk yang terancam bahaya.

7. Monyet Debrazzas

Harga : $10,000

Monyet ini mudah dikenal melalui janggut putihnya yang khas dan bulu abu2nya yg kekuning2an. Umurnya sampai 22 tahun. Harganya yang mahal bagi sebagian orang tidak sebanding. Banyak orang kecewa ketika bayi primata yang jinak dan lembut itu berubah menjadi ganas dan tak tertebak ketika dewasa.

6. Striped Ball Python

Harga : $10,000

Master Python Breeder, Bob Clark (nama ini akan sering saya sebut berikutnya) menyatakan bahwa dia mempunyai phyton bola-bergaris yang sangat eksklusif ini. Garis utamanya yang membuat binatang ini sangat unik. Lebih jelas lagi, bola-bergaris ini menampilkan garis punggug warna kuning dengan tepi warna hitam. Sungguh, membedakannya dari ular2 lain.

5. Hyacinth Macaw

Harga : $6,500-12,000

Semua Macaws sangat mahal. Hyacinth Macaw menampilkan warna indah yang begitu menggetarkan. Biasanya dibandrol $20,000 sepasang. Secara fisik, burung2 ini panjangnya sekitar 1 meter dan memiliki warna biru terang. Sayapnya mengembang sampai 1,2 meter. Burung2 ini sudah jadi peliharaan terkenal disamping hargannya yang memang mahal.

4. Reticulated Albino Type II Tiger Python

Harga : $15,000

Bob Clark lagi2 mengembangkan spesies yang langka. Ular ini dijual $15,000 per ekor. Sangat langka. Dominasi pola harimaunya yang membuat python ini sangat populer di dunia ular.

3. Lavender Albino Python

Harga : $20,000

Ular bermata merah ini berwarna lavender dibalik pola2 kuningnya yang menggetarkan. Disediakan pula oleh Bob Clark. Kelangkaannya membuat permintaan ular ini sangat tinggi.

2. Chimpanzee

Harga : $60,000-$65,000

Simpanse adalah primata yang sangat pintar dan paling dekat kekerabatannya dengan manusia. Beratnya sekitar 52 kg, jenis jantan lebih besar dibanding betina. Habitat aslinya di Afrika Tengah dan Afrika Barat. Meski terancam punah, binatang ini masih dilegalkan di beberapa negara bagian.

1. Anak Singa Putih

Harga : $138,000

Ini yang paling mahal. Singa putih –seperti dongeng– yang sangat2 langka karena gen-nya yang resesif tapi ternyata tidak termasuk albino. Warna matanya hampir sama dengan singa umumnya, lapisan pigmen dan kulitnya yang tidak. Karena harganya yang mahal, permintaan yg tinggi, perawatan, dan kelangkaannya, singa putih termasuk salah satu hewan di dunia yang paling sulit didapatkan

http://www.forumkami.com/forum/

Serigala Buas Jadi Hewan Peliharaan

California (ANTARA News) – Serigala selalu diidentikkan sebagai hewan predator buas yang menyerang siapa saja. Namun anggapan serupa tidak berlaku bagi pasangan suami istri di California, Paul Pondella dan Colette Duvall.

Mereka menjadikan serigala sebagai hewan peliharaan di rumah. Bahkan, kini mereka memiliki sepuluh serigala Alaska.

Semuanya berawal dari Paul yang berusaha menyelamatkan seekor induk serigala hibrida Alaska, yang kemudian dinamainya Shadow. Sejak saat itu, Shadow menjadi bagian dari keluarga Pondella di Studio City, dekat Los Angeles, California.

Serigala betina itu kemudian mereka biakkan dengan seekor anjing lokal. Kecintaan mereka pada hewan buas itu menggiring mereka untuk menambah serigala hibrida sebagai piaran.

Allie dan Takoda, sepasang serigala hibrida Alaska menambah jumlah koleksi piaraan di rumah Paul. Lebih lagi, tujuh ekor bayi serigala-anjing baru lahir, sehingga genap sepuluh ekor serigala campuran anjing milik pasutri itu, sebagaimana dikutip dari laman dailymail co.uk.

Meskipun mereka semua tampak lucu dan menggemaskan, Paul tetap terus berusaha melatih hewan-hewan itu agar tidak buas sebagaimana sifat alamiah mereka.

“Faktanya, jika hewan liar dibiasakan tinggal bersama manusia, maka mereka akan kehilangan rasa takutnya terhadap manusia. Apalagi jika mereka diberi makan. Namun seperti semua predator, serigala mampu membunuh manusia,” ujarnya.

Sekarang setelah mereka tinggal bersama manusia, perilaku buas mereka pudar. Justru hewan-hewan itu lebih memilih untuk bermalas-malasan di sofa, bahkan tidur di ranjang Paul dan Colette, seolah-olah tempat itu milik mereka.

Tak selamanya anak-anak serigala-anjing itu berukuran mungil, apalagi jumlah mereka tujuh ekor. Paul dan Colette tengah bersiap untuk pindah ke sebuah ranch untuk menampung hewan-hewan kesayangan mereka.

Setelah pindah nanti, mereka berencana untuk mendirikan Shadowland Foundation. Sebuah yayasan yang mengajarkan anak-anak mengenai hewan-hewan luar biasa seperti serigala dan segala mitos yang menyertainya. Serta mendidik anak-anak itu tentang alam melalui serangkaian kegiatan menyenangkan.
(m-ela/A024)

COPYRIGHT © 2010

http://www.antaranews.com

Alamat Baru

Klinik interferon

muezza1

alamat baru

Anjing Piaraan Divaksin

Rabies Mengganas
Selasa, 26 Oktober 2010 | 16:09 WIB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan DKI Jakarta menyuntikkan vaksin rabies pada anjing peliharaan warga.

DENPASAR, KOMPAS.com — Wabah rabies yang semakin mengganas di Bali dan saat ini telah menewaskan 102 jiwa menimbulkan keprihatinan bagi LSM pencinta hewan di Bali. Untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Bali dalam menanggulangi rabies itu, Yayasan Yudhistira, salah satu LSM pencinta hewan di Bali, Selasa (26/10/2010) ini, melakukan vaksinasi keliling.

Mereka menyasar rumah-rumah warga di wilayah Denpasar selatan yang memiliki hewan peliharaan, khususnya anjing, yang selama ini kurang terawat. Selain anjing, tim vaksinasi juga memvaksin hewan-hewan lain yang berpotensi menularkan virus rabies, seperti kucing dan kera.

Yayasan Yudhistira sengaja menggunakan sistem door to door karena selama ini tim penanggulangan rabies dari Pemprov Bali lebih banyak menyasar balai-balai banjar.

“Aksi ini dilakukan karena selama ini pemerintah hanya sebatas di lingkungan banjar, dan tidak sampai menyentuh rumah ke rumah. Warga menyambut baik upaya ini karena mereka juga cemas terhadap rabies,” ujar Wayan Susiladinata, aktivis pencinta hewan di sela-sela vaksinasi di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan.

Dalam sehari, tim vaksinasi Yayasan Yudhistira mampu memvaksin sedikitnya 100 hewan peliharaan. Selama tahun 2010 ini mereka berhasil memvaksin 10.000 anjing dan masih cukup jauh dari target, yakni 80.000 anjing di wilayah Denpasar dan Badung.

 

alamatalamat baru

 

muezza1

 

Aman Memelihara Kucing

Senin, 23 Maret 2009 | 12:47 WIB
Cuci tangan setelah memegang atau menyentuh kucing.

KOMPAS.com – Ada banyak alasan mengapa memelihara kucing. Faktor kesetiaan kucing kerap jadi pertimbangan. Ada yang bilang, kucing hanya setia pada rumah majikan, ketimbang pemiliknya. “Kucing yang saya bawa pulang dari klinik lebih mengenal mobil saya daripada rumah saya! Itulah keunikan kucing: setia akan tempat yang sudah dikenalnya,” ujar Drh. Cut Nurmaini, dokter hewan sekaligus pemilik Klinik Hewan Veterinary Surgeon, Bekasi.

Sebenarnya, karakter kucing yang manja memudahkan pemeliharanya, karena tak butuh pemeliharaan yang repot. Cukup dengan disayang, disentuh, dan dibelai, kucing sudah jadi hewan peliharaan yang manis. Secara mendetail, karakter kucing sendiri bergantung pada ras dan jenisnya, serta faktor hormon yang diberikan selama pemeliharaannya.

Seputar asma dan toksoplasma

Berdasarkan survei sederhana yang dilakukan majalah Prevention, keengganan memelihara kucing terletak pada aspek kesehatan. Kucing sering dikaitkan sebagai pemicu datangnya penyakit seperti asma, alergi, dan toksoplasma. Menurut Drh. Cut, asma secara logis berhubungan dengan kotoran dan debu yang beterbangan. Memang benar, bulu kucing bisa membuat kita bersin-bersin. Tetapi itu bisa jadi hanya pada masa-masa awal kehadiran kucing di rumah. Setelah itu, kita akan terbiasa. “Saya punya pasien yang asma, tapi asmanya tidak pernah kambuh meski ia memelihara kucing, “kata Drh. Cut.

Sedangkan untuk kasus toksoplasma, bisa dibilang virusnya agak unik dan berkembang di dalam tubuh kucing dengan sempurna. Tetapi, jangan panik dulu. Fakta tadi tidak bisa kita jadikan patokan bahwa semua kucing pasti terinfeksi toksoplasma. “Toksoplasma dikeluarkan bersama kotoran kucing, dan tidak setiap saat. Ada waktu-waktu tertentu oosit toksoplasma dikeluarkan bersama kotoran. Bahkan, kasus toksoplasma lebih banyak terjadi pada binatang pemakan daging mentah atau setengah matang. Pada kambing, misalnya, kemungkinannya terinfeksi toksoplasma adalah 80%, jelas Drh. Cut.

Memegang atau menyentuh kucing pun tidak lantas langsung membuat kita terinfeksi. Menurut Drh. Cut, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar lima hari untuk bisa tertular toksoplasma.

Yang perlu dicermati dari penyakit kucing yang bisa menular adalah scabies, yang disebabkan oleh kutu. Kontak langsung akan mengakibatkan kita terinfeksi kutu ini. “Hal ini juga terjadi pada mereka yang memiliki hewan peliharaan kelinci. Sepengetahuan saya, belum ada penelitian yang menunjukkan penyakit lainnya yang disebabkan oleh kucing,” papar Drh. Cut.

Aman untuk anak

Sejauh kita bisa memperhatikan faktor kebersihan dan kesehatan, memelihara kucing tidak akan mendatangkan masalah -malah seisi keluarga bisa terhibur dengan kehadirannya. Supaya Anda tak ragu memelihara kucing, coba ikuti tip Drh. Cut tentang pemeliharaannya:

1. Bersihkan kotoran kucing segera. Siram dengan air, lalu cuci dengan sabun. Hindari kontak langsung dengan kotoran, sebaiknya pakai sarung tangan.

2. HIndari memberi makanan mentah pada kucing. Berikan makanan yang telah dimasak atau makanan khusus untuk kucing.

3. Berikan vaksin pada kucing setahun sekali. Ini berlaku bagi kucing dari berbagai jenis, baik yang berbulu panjang maupun pendek. “Vaksin yang saya berikan biasanya Rhinotracheitis, Calicivirus, dan Panleukopenia. Sedangkan vaksin Rabies wajib diberikan kepada kucing, sesuai dengan undang-undang. Ibaratnya, tak ada ampun bagi hewan yang sudah terinfeksi Rabies,” kata Drh. Cut.

Agar anak-anak bisa berinteraksi dengan kucing kesayangannya tanpa harus membuat kita khawatir, utamakan selalu kebersihan. Ajarkan mereka untuk selalu mencuci tangan setelah memegang, menyentuh, atau bermain-main dengan kucing. Jika semua ini terpenuhi, kucing menjadi hewan yang aman dipelihara. Bahkan untuk Anda dengan anak usia balita.

alamat

alamat baru

muezza1

Kucing Pun Terjangkit Virus A-H1N1

Jumat, 6 November 2009 | 07:49 WIB
Kucing mudah mengalami stres, yang lalu bisa menggigit dan mencakar juri.

KOMPAS.com – Barangkali mengejutkan ketika virus A-H1N1 ditemukan bukan pada binatang ternak untuk konsumsi. Namun, pada binatang yang selama ini menggemaskan bagi sebagian orang.

Pejabat veteriner dan Pemerintah Negara Bagian Iowa, Amerika Serikat, mengonfirmasi temuan pertama virus influenza A-H1N1 pada keluarga kucing. Kasus itu diyakini kasus pertama yang menjangkiti jenis binatang tersebut. Kucing piaraan berumur 13 tahun dinyatakan pulih setelah dirawat pihak veteriner Universitas Iowa pekan lalu.

Virus A-H1N1 juga dikonfirmasi menjangkiti dua musang jinak, di Oregon dan Nebraska, tetapi keduanya mati. Juru bicara Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit, Tom Skinner, menyatakan bahwa pihaknya telah menduga kemungkinan itu akan terjadi.

Ia menduga bahwa pada kasus itulah mereka memiliki dokumentasi penularan/penyebaran virus A-H1N1, yang menimpa kucing atau anjing. Sejumlah pendapat muncul, yang pada prinsipnya masih bertanya-tanya tentang kemungkinan penularan virus A-H1N1 dari binatang piaraan kepada manusia. Atau, bagaimana binatang piaraan dapat terjangkiti.

”Kami tidak punya banyak kasus sejenis sehingga sulit menyimpulkan,” kata ahli veteriner Iowa, Ann Garvey. (AP/GSA)