Hewan Peliharaan Terawat, Kantong Tetap Terjaga

Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Minggu, 28 Februari 2010 | 13:18 WIB
shutterstock.com

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak orang berpikir ulang untuk memiliki hewan peliharaan karena persoalan biaya, mulai dari biaya vaksin, makanan, hingga perawatan fisik ke salon. Apalagi kalau hewan peliharaan sudah terserang penyakit, hal itu tentu mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Alternatifnya tentu bukan tak memelihara, melainkan tetap memenuhi masing-masing kebutuhan yang berkualitas dengan harga yang tak terlalu mahal.

Aninta (33), warga Cimanggis, memilih Balai Kesehatan Hewan dan Ikan untuk merawat Mumu, kucing persianya, mulai dari pemberian vaksin hingga perawatan ketika sakit. Ketika ditemui Kompas.com di balai, Minggu (28/2/2010), Aninta bersama putrinya sedang asyik menunggu giliran memeriksakan kucingnya.

Perempuan yang sudah terbiasa memelihara kucing sejak kecil ini mengaku biaya pemeriksaan di balai tak semahal sejumlah rumah sakit hewan milik swasta. Biaya sekali suntik vaksin antara Rp 150.000 dan Rp 200.000. “Di swasta bisa dua kali lipat. Tapi kan sama-sama saja,” tuturnya.

Untuk kucingnya yang baru berumur lima bulan, vaksin harus dilakukan secara berkala. Paling tidak di awal, kucingnya harus divaksinasi tiga kali, yaitu sepaket vaksin antiflu, antimuntah dan antidiare, vaksin antirabies, serta vaksin anticacing. Di tahun pertama, dia bisa merogoh kocek hampir sejuta untuk Si Mumu yang berwarna kelabu. “Enggak apa-apalah. Namanya juga seneng,” akunya.

Nurhayati (35) juga sepakat. Dia rela datang dari kawasan Bambu Apus ke kawasan Ragunan demi tiga kucing keturunan Si Dola, kucing anggoranya. Tiga kucing yang baru berumur tiga minggu ini mengalami gatal-gatal dan bulu rontok karena terserang kutu. “Sekali tiga divaksin, lumayan juga. Tapi mendinganlah di sini,” kata perempuan yang pernah memiliki kucing hingga 21 ekor ini sambil tertawa.

Di balai yang berlokasi di Jalan RM Harsono No 28 Ragunan dekat kompleks Kementerian Pertanian dan Industri ini, ratusan tindakan medis untuk hewan-hewan kesayangan berlangsung tiap minggunya, mulai dari kucing, anjing, ikan, sampai ular. Karena milik pemerintah, harganya relatif lebih murah.

Menurut dr Rambat, dokter jaga hari Minggu, balai ini memiliki sekitar tujuh dokter hewan. Di sini, pemilik hewan peliharaan juga bisa membeli makanan, menebus obat, ataupun melakukan tindakan operasi jika diperlukan.

Setiap Senin hingga Jumat, balai buka dari pukul 08.00 hingga 20.00 dengan jeda pukul 12.30-13.30 dan 16.00-17.00. Balai juga buka setiap Sabtu dan Minggu hingga pukul 15.00. Namun, jangan coba-coba datang pada hari libur besar nasional atau tanggal merah karena balai tutup.

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/02/28/13181220/Hewan.Peliharaan.Terawat..Kantong.Tetap.Terjaga

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s