Periode Kritis Pemeliharaan Ayam


Dua minggu pertama pada kehidupan anak ayam merupakan periode kritis pada pemeliharaan ayam, kesalahan yang dibuat selama fase awal ini tidak dapat dikoreksi dikemudian hari. Karena itu penting sekali untuk mengetahui pemeliharaan yang baik sesuai kebutuhan ayam.

Pada awal kehidupan anak ayam akan diikuti dengan kemampuannya memproduksi Maternal Antibodi yang merupakan perolehan anak ayam dari induknya yang telah mendapatkan vaksinasi. Antibodi tersebut akan mengalir melalui aliran darah induk ke dalam kantung kuning telur dan secara otomatis akan masuk ke dalam tubuh anak ayam saat kuning telur tersebut diabsorbsi. Apabila anak ayam ditangani secara baik, maka isi kuning telur akan diserap habis selama 6 hari pertama. Antibodi tersebut akan membantu melindungi anak ayam dari penyakit sampai akhirnya nanti ia mampu memproduksi sendiri kekebalan tubuhnya.

Salah satu faktor yang dapat menghalangi anak ayam dalam memperoleh antibodi adalah stress. Stress menyebabkan pembuluh darah yang terdapat disekitar kantung kuning telur menyempit sehingga menghalangi kemampuan penyerapan antibodi dan juga nutrisi. Apabila kuning telur tidak terabsorbsi dengan baik maka dapat dikatakan anak ayam tersebut tidak dapat mencapai potensi tumbuhnya secara optimal, sehingga dapat disimpulkan bahwa stress merupakan masalah utama bagi peternak.

Mekanisme stress menyebabkan kelenjar adrenal dari anak ayam memproduksi hormon steroid secara berlebihan, sehingga menyebabkan “immunosuppressi” (sistem kekebalan ayam yang terdepresi).

Adapun penyebab stress antara lain:
– temperatur yang terlalu panas atau dingin
– litter yang basah menyebabkan tingginya kadar amonia
– pemberian pakan dan minum yang tidak tepat
– adanya infeksi kuman / organisme penyakit
– pelaksanaan vaksinasi yang kurang tepat
– dan lain-lain

a. Temperatur
Anak ayam tidak bisa mengatur temperatur tubuhnya sendiri sampai mereka berumur 1 minggu, sehingga harus ada sumber panas yang dapat memproduksi panas yang cukup untuk menaikkan temperatur tubuh dari 104°F – 106°F atau 40°C – 41°C (temperatur normal bagi ayam umur 7 – 8 hari). Setelah berumur 7 hari, bagian otak anak ayam yang mengatur temperatur tubuhnya sudah matang, sehingga pada kondisi normal cukup dijaga temperatur lingkungan kandang sekitar 80°F (27°C).

Salah satu yang paling penting adalah meyakinkan bahwa kandang dalam keadaan cukup hangat (lihat pada tabel berikut)

 

b. Litter
Litter dapat menjaga temperatur dalam kandang tetap stabil, selain fungsi utamanya untuk menjaga kelembaban dalam kandang tidak meningkat melalui fungsinya dalam menyerap kotoran yang basah. Banyak sekali tipe litter, tetapi yang terpenting adalah fungsinya. Gunakan litter yang bebas dari bahan kimiawi seperti insektisida, herbisida, bahan pengawet, dan lain-lain. Lakukan sanitasi litter sebelum masuk ke kandang. Selama 3 minggu pertama ayam menggunakan litter yang tidak boleh lembab / basah, setelah masa itu barulah kelembaban 25% bisa diterima. Jika kelembaban mulai meningkat segera lakukan pengeringan litter, bisa dengan meningkatkan ventilasi dalam kandang atau dengan menambahkan litter baru yang harus dilakukan dengan hati-hati.

c. Pemberian pakan dan air minum
Pemberian pakan dan air minum merupakan faktor lain yang dapat mengontrol stress. Pemberian pakan memerlukan penempatan yang sesuai dengan zone yang nyaman pada satu brooder. Satu tempat pakan perlu diletakkan di tempat dimana anak ayam tidak perlu meninggalkan panas untuk mencapainya. Selain tempat pakan permanen ada tempat pakan tambahan yang selalu terisi pakan. Perhatikan kerataan dan kemudahan anak ayam mencapai tempat pakan.

Penyediaan air yang cukup dapat memainkan peranan dalam menurunkan stress. Berikanlah air yang berasal dari sumber yang bersih. Jika hal itu tidak memungkinkan lakukan air yang sudah tersanitasi dengan baik. Pada saat ayam baru datang berikanlah air minum terlebih dulu barulah pakan Bisa juga dilakukan penambahan air gula (dosis yang direkomendasikan adalah 5 – 8% larutan gula, tergantung kondisi ayam). Perhatian ekstra harus diberikan untuk memastikan bahwa anak ayam tidak kelaparan atau kehausan, terutama selama dua minggu pertama kehidupan.

d. Kontrol penyakit
Program kontrol penyakit yang utama dimasa brooding adalah terfokus pada Coccidiosis dan IBD (Gumboro) mengingat kasus penyakit tersebut masih sangat tinggi di negara tropis. Kontrol Coccidiosis dapat melalui pemberian vaksinasi ataupun coccidiostat, jika diprogramkan vaksin Cocci harus diperhatikan pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan petunjuknya, sedangkan jika dilakukan pemberian coccidiostat lakukan pemilihan obat dan dosis yang tepat dan lengkap untuk semua siklus ookista.

Berdasarkan program kontrol Coccidiosis tersebut , pengamatan terhadap gejala klinis sangat diharapkan, terutama jika tampak bulu yang berdiri dan kusam, kotoran basah, kotoran merah/berdarah, atau kondisi yang lebih parah lagi, segera lakukan pengobatan. Kontrol IBD (Gumboro) hanya dapat dilakukan melalui program vaksinasi yang ketat sesuai dengan kondisi lingkungan terhadap tantangan virus IBD.

e. Vaksinasi
Selama ‘Brooding Periode’ ada beberapa program vaksin yang harus diberikan terutama di minggu-minggu pertama. Program yang awal diberikan biasanya adalah vaksin ND dan/atau IB, kemudian baru vaksin lainnya tergantung tantangan virus /kuman di daerah tersebut.

Yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan vaksinasi adalah:
– pastikan bahwa anak ayam dalam keadaan sehat (lebih baik lagi jika diberikan antibiotik selama 3 hari pertama baru vaksinasi di atas hari ke 4)
– metode pemberian vaksin yang tepat (tetes mata, spray, injeksi , dan lain-lain)
– pemilihan vaksin yang tepat dan penyimpanannya
– pemberian vitamin sebelum, pada saat, dan setelah vaksin

Pertumbuhan anak ayam membutuhkan banyak pemikiran praktis. Kita harus mengerti apabila terjadi sesuatu yang salah melalui pengamatan terhadap tingkah laku anak ayam itu sendiri. Mudah-mudahan artikel ini dapat menunjukkan beberapa celah dan memberikan ide bagaimana mencegah situasi yang dapat menyebabkan stress pada ayam.

Daftar pustaka
Dr. Gordon Miller, Wilkesboro N.C, Tyson Food Inc., Critical Periode of Chicken
Mark O. North, Donald D. Bell, Commercial Chicken Production Manual, 4th ed,1996

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s