Sindroma gastroenteritis Haemorragika pada anjing

Enteritis haemorragika perakut pada anjing dicirikan dengan onset yang cepat dan tiba-tiba. Diare disertai perdarahan, muntah, dan hipovolemia dengan penurunan cairan elektrolit yang sangat drastis (Smith dan Tilley 2000).

Patofisiologi
Menurut Smith dan Tilley (2000), banyak kondisi yang dapat menyebabkan diare haemorragis, tetapi sindroma gastroenteritis haemorragika pada anjing muncul dengan gejala klinis unik dan khas yang membedakannya dengan beberapa faktor penyebab lain. Sindroma gastroenteritis haemorragika dikarakteristikkan oleh hilangnya integritas mukosa intestinal secara perakut yang disertai perpindahan darah, cairan, dan elektrolit secara cepat menuju lumen usus. Hal ini menyebabkan kejadian dehidrasi dan shock terjadi secara cepat. Perpindahan ini juga menyebabkan perpindahan bakteri dan toksin melalui mukosa intestinal yang rusak sehingga menyebabkan shock septik atau endotoxic.

Predisposisi breed anjing
Semua jenis anjing dapat terserang sindroma ini, tetapi kejadian terbesar dialami oleh anjing jenis kecil, yaitu miniatur Schnauzer, Dachshund, Yorkshire terrier, dan miniatur Poodle. Sindroma ini umumnya menyerang anjing dewasa sekitar umur 5 tahun (Smith dan Tilley 2000).

Gejala klinis
Gejala klinis dari sindroma ini umumnya terjadi secara perakut yang disertai dengan shock hipovolemik. Gejala umumnya diawali dengan adanya muntah akut, anorexia. Dan depresi yang kemudian diikuti dengan diare berdarah. Gejala berjalan cepat, biasanya 8-12 jam kemudian hewan mengalami shock hipovolemik dan hemokonsentrasi. Pada saat phisycal examination pasien biasanya mengalami depresi, lemah, turgor kulit buruk, mengalami perpanjangan waktu pengisian kapiler (capillary refile time), serta tekanan pulsusnya lemah. Pada saat melakukan palpasi abdominal hewan akan merasa sakit dan genangan abdominal akan terdeteksi. Daerah sekitar anus kotor dan terlihat adanya feses bercampur darah yang tersisa. Pada kejadian ini terkadang hewan mengalami demam, tetapi biasanya temperatur normal atau bahkan subnormal.

Faktor penyebab
Etiologi sindroma ini tidak diketahui, tetapi sindoma ini bisa disebabkan oleh endotoksik, shock anafilaksis, mekanisme mediator imunitas, agen infeksius seperti Clostridium perfringens dan Eschirichia coli.

Differensial diagnosa
Differensial diagnosa dari sindroma ini adalah parvovirus, salmonellosis, obstruksi atau intussuception intestinal, hypoadrenocorticm, pankreatitis, coagulopathy.

Diagnosa penunjang
Sindroma ini umumnya hemokensentrasi dengan Pack cell volume (PCV) lebih dari 60%, terkadang sampai 75%. Sindroma ini juga mengalami stress leukogram. Pada saat cek feses dengan ELISA untuk parvovirus hasilnya negatif, fecal cytologi akan menunjukkan banyak sel darah merah dan mungkin spora dari Clostridium perfringens. Pada hasil Roentgen akan memperlihatkan cairan dan gas mengisi usus halus dan usus besar.

Prognosa
Prognosa dari sindroma ini baik dan banyak pasien yang sembuh tanpa mengalami komplikasi. Kematian secara tiba-tiba tidak umum terjadi namun pernah dilaporkan.

Terapi
Terapi dapat dilakukan dengan pemberian Zypiran® 5 mg/kg bb po, Metronidazole 20 mg/kg bb po, dan Difoltine 2 ml/kg bb iv. Pemberian Zypiran® dimaksudkan untuk mengatasi infeksi cacing, karena salah satu faktor penyebab gastroenteritis hemoragika pada anjing adalah infeksi cacing. Meskipun pada pemeriksaan feses hasil laboratorium anjing tersebut adalah negatif, terapi tetap dilakukan karena tidak semua tahapan cacing dapat terlihat pada feses. Pemberian Metronidazole berfungsi untuk mencegah infeksi sekunder yang terjadi akibat perlukaan pada pencernaan. Metronidazole baik untuk mengatasi infeksi bakteri terutama bakteri anaerob (Bishop 1996). Difoltine® mengandung Ribavirine 30 mg dan Ciprofloxacin Hcl 40 mg.

Penanganan kasus gastroenteritis haemoragika menurut Smith dan Tilley (2000) yaitu dengan pemberian terapi cairan elektrolit sampai 40-60 ml/kg/jam intravena (iv) sampai nilai PCV kurang dari 50%. Selain itu diberikan terapi antibiotik dengan menggunakan Ampicillin secara parenteral. Penggunaan Ampicillin yang dikombinasikan dengan Gentamisin atau Fluroroquinolone baik untuk pasien yang menderita sepsis. Alternatif lain dari Ampicillin adalah Trimethoprim-sulfa atau Cephalosprorin. Pada anjing yang menderita shock diberikan Dexamethasone sodium phosphat 0.5-1 mg/kg iv.

Sumber Literatur: Smith dan Tilley (2000) dan Bishop (1996)

 


2 thoughts on “Sindroma gastroenteritis Haemorragika pada anjing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s